Kenny G Live in Jakarta: Nostalgia dengan Saxophonist Legenda Kenny G Live in Jakarta: Nostalgia dengan Saxophonist Legenda
Post Views: 76 Kenny G Live in Jakarta: Nostalgia dengan Saxophonist Legenda

Soundcorners.com – Jakarta (7/11) Kenny G, saxophonist yang melegenda di dunia musik, baru saja menggelar konser di The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (6/11). Konser ini adalah salah satu dari rangkaian tur dunia Kenny G yang bertajuk “One Night Only”.

Ardhito Pramono, musisi muda beraliran jazz, membuka konser tersebut dengan menyanyikan empat lagu diiringi keyboard Nord Piano 2. Tiga di antara empat lagu tersebut merupakan ciptaannya sendiri. “What Do You Feel About Me”, “Fake Optics”, dan “Bitter Love”, serta ditutup dengan lagu milik idola Ardhito yaitu, Ismail Marzuki, yang berjudul “Rayuan Pulau Kelapa”, lagu terakhir tersebut berhasil membuat penonton ikut bernyanyi dan membuat Ardhito tersanjung.

Kenny G lalu muncul dari belakang bangku penonton sambil berjalan ke depan dan memainkan saxofon-nya, membawakan lagu “Sentimental”, dia lalu berdiri di tengah kerumunan penonton dan membawakan lagu “Forever in Love”, Kenny lalu meniup saxofon-nya, memberikan nada panjang yang memukau penonton, sambil ia berjalan naik keatas panggung. Kenny G membawa saxofon tenor dan flat sopran untuk konser kali ini, ditemani lima temannya yang memainkan gitar, bass, drum, piano, dan perkusionis yang cukup lincah saat berada di atas panggung. Masing-masing personil diberi kesempatan untuk menunjukan skill-nya kepada para penonton secara bergiliran, setelah memainkan 3 lagu pertama, drummer dan perkusionis memainkan solo-nya yang mengundang decak kagum penonton.

Selain jago memainkan perkusi, perkusionis juga unjuk gigi dengan memainkan solo tamborin dengan beberapa gimmick. Selanjutnya, Kenny G membuat hall Kasablanka menjadi “jazz club” dengan memainkan lagu jazz tradisional yang hits pada tahun 1966 berjudul “Mas Que Nada”. Menurut pengakuan Kenny G pada konferensi pers di Ritz Carlton, lagu-lagu yang dibawakan di tiap panggung selalu berbeda, tergantung lagu apa yang dikenal di negara masing-masing. Buktinya, Kenny memainkan lagu “Wo Ai Ni Ai Zhe Ni” yang cukup dikenal para penonton yang juga mayoritas Tionghoa.

Beberapa kali Kenny G juga memainkan solo-nya dengan saxofon flat sopran, nada-nada yang dibuatnya berhasil menghipnotis penonton. Tak lupa, Kenny juga menyapa penonton di Kasablanka menggunakan bahasa Indonesia, “Selamat Malam, Terimakasih”, ucapnya sambil tertawa dan dilanjutkan dengan, “You must be painful to hear this”, Kenny G juga membawakan lagu-lagu yang diinterpretasi olehnya seperti “Pick Up The Pieces” milik Average White Band, dan lagu populer miliknya yang selalu dibawakan di tiap panggung, “The Moment”. “Desafinado”, “Going Home”, dan “Heart and Soul” juga dibawakan Kenny G pada konser ini.

Kenny G memainkan lagu milik Celine Dion yang sangat populer saat menjadi original soundtrack film “Titanic”, yaitu “My Heart Will Go On” yang makin membuat penonton bernostalgia era 90-an. Kenny G berniat mengakhiri konsernya di Jakarta dengan lagu tersebut, namun tepuk tangan dan teriakan penonton berhasil menggiring Kenny kembali memainkan saxofon-nya untuk membawakan dua lagu encore, salah satunya “Somewhere Over The Rainbow”, dan berakhirlah konser Kenny G Live in Jakarta, 2018.

Saat hendak meninggalkan panggung, Kenny G berterimakasih kepada penonton dan memberikan kesempatan bagi penonton untuk meet & greet dan menandatangani CD sebagai bentuk kenang-kenangan dari Kenny untuk penonton di Jakarta.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.