Perpaduan PopRock dan Synthesizer dominasi peluncuran single ke 4 Cokelat “Peralihan hati” Perpaduan PopRock dan Synthesizer dominasi peluncuran single ke 4 Cokelat “Peralihan hati”
Post Views: 231 Perpaduan PopRock dan Synthesizer dominasi peluncuran single ke 4 Cokelat “Peralihan hati”

SoundCorners.com – Jakarta (20/9) Eksistensi band Cokelat selama 22 tahun berkiprah di dunia musik Indonesia semakin berkembang dan unik, Hal itu di wujudkan dengan peluncuran single ke 4 mereka “Peralihan Hati” yang di siapkan untuk mengisi album ke 9 Cokelat di pasar musik Indonesia di tahun 2019 mendatang

Cokelat seperti lahir kembali karena menghadirkan warna musik yang sedikit berbeda dari sebelumnya, namun tidak mengubah karakter musik dari Cokelat itu sendiri yaitu Pop Rock, dengan menambahkan sentuhan synthesizer dan keyboard yang dimainkan oleh produser album Cokelat, Irwan Simanjuntak, pada peluncuran single ke 4 ini mereka membawakan delapan lagu dalam pertunjukan nya.

Penampilan grup band asal Bandung ini diawali dengan menyanyikan lagu “Segitiga” yang sekaligus menghangatkan suasana yang sebelumnya diguyur hujan. Cokelat menyanyikan lagu “Dikhianati” yang ditambah dengan iringan sequencer, “Luka Lama”, dan “Jauh” sebelum mengenalkan lagu barunya “Peralihan Hati”.

Single ini diciptakan oleh Edwin Syarif, Axel Andaviar, dan Irwan Simanjuntak. Peluncuran single “Peralihan Hati” juga sekaligus peresmian Axel sebagai personel baru Cokelat setelah 2 tahun menjadi additional drummer. “Ini adalah launching lagu “Peralihan Hati”, lagu ini ada sentuhan elektroniknya,” ujar Edwin menyapa penonton yang hadir di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (20/9/2018).

“Seseorang makin mudah berpindah ke lain hal dan tanpa disadari sering meninggalkan urusan yang belum terselesaikan. Karenanya kita perlu ngobrol, perlu duduk dan bicara bareng, agar kembali bisa sepaham dan persoalan-persoalan tadi akhirnya jadi tuntas. intinya kita harus meninggalkan jejak yang baik sebelum beralih ke lain tempat.“ ujar Ronny sang bassist. Itulah juga alasan grup band ini memilih konsep Ngopi bareng Cokelat dalam pertunjukkannya..

“Ngopi adalah bagian dan budaya kebersamaan orang Indonesia. Sering kali dari perbincangan warung kopi kita mendapatkan ide-ide baru, atau bahkan pertemanan baru, Yang membuat suasana makin hangat dan guyub. Sesuatu yang tidak kita temukan jika terus terpaku pada media sosial di telepon pintar kita,” lanjut Ronny.

Setelah mengenalkan lagu terbarunya, Cokelat mempersilahkan Axel untuk melakukan solodrum sekaligus perkenalan Axel sebagai personil resmi Cokelat, setelah itu mereka kembali menyanyikan lagu lama “Karma” yang membuat seluruh penonton ikut bernyanyi.

Tidak hanya itu, yang unik adalah ikut sertanya 12 orang mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air yang tergabung dalam paduan suara untuk memeriahkan beberapa lagu medley diantaranya Tanah Air Ku, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Gebyar-Gebyar.

Penampilan band yang telah beberapa kali berganti personel ini ditutup dengan menyanyikan lagu Bendera. Seluruh penonton di Bentara Budaya Jakarta ikut bernyanyi dan bertepuk tangan seiring dengan berakhirnya penampilan band Cokelat.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.