The Rock Campus Edisi 114 Hadirkan Dua Sosok Legendaris The Rock Campus Edisi 114 Hadirkan Dua Sosok Legendaris
Gelaran yang mewadahi seluruh penikmat musik-musik cadas yaitu The rock Campus selalu menampilkan line up  yang ciamik. Episode 114 ini mengambil tema Cros Rock... The Rock Campus Edisi 114 Hadirkan Dua Sosok Legendaris

Soundcorners.com, Jakarta – Gelaran yang mewadahi seluruh penikmat musik-musik cadas yaitu The rock Campus selalu menampilkan line up  yang ciamik. Episode 114 ini mengambil tema Cros Rock yang menampilkan berbagai genre  mulai dari damp rock, heavy rock hingga deathcore dengan beberapa band yang tampil seperti Eet Sjahranie & 170 Volts, Jikunsprains, Crows As Divine, Kausa featuring  Eet Sjahranie, Che Cupumanik & Gavin Ledema, Omni, Traction dan Superboy.

“kali ini konsepnya ada beberapa genre yang tampil, mulai dari damp rock, heavy rock hingga deathcore. Ada dua legenda yang main disini dengan band barunya yaitu Eet Sjahranie (170 Volts) dan Jikun (jikunsprains), karena Edane kan dah tiga kali di acara The rock Campus, jadi Eet sajikan projek lainnya yang gak kalah keren.”, tutur Ezra Simanjuntak, punggawa The Rock campus.

Konsisten menjalankan misi acara rock terbangsat sejak tahun 2015,dinamika yang dihadapi dalam mengorganisir event ini memang penuh tantangan, namun dengan komitmen dan konsisten, The Rock Campus masih eksist hingga saat ini.”gue mulai dari tahun 2015, dan konsisten hingga sekarang, kalo di hitung ada sekitar 660 band yang pernah tampil disini.”, kenang Ezra Simanjuntak. ” banyak band-band yang ingin main disini hingga waktu menunggu minimal paling cepat 6 bulan,bahkan, sampe ada yang sudah 2 tahun baru gue bales emailnya hahahhaa, itu suka skip gue.”, tambahnya.

Namun, berjalan dengan konsisten dan semangat The rock Campus tetap menghadirkan line up terbangsat di setiap perhelatannya.”gue jalanin ini apa adanya, tanpa ada dukungan sponsor, jadi band-band yang gue undang ga bisa gue bayar sesuai fee dari raiders mereka, kalo itu jadi masalah, yah band yang ga jadi main sih ga masalah buat gue, namun faktanya malah banyak yang dukung dan pada tampil maksimal performanya.”, ujar Ezra Simanjuntak.

Progres kedepan The Rock kampus memiliki beberapa konsep baik kompilasi dalam bentuk fisik dan menggarap film dokumenter.”itu memang sudah ada di otak gue buat bikin kompilasi, tinggal nunggu waktu aja, namun jangka pendek ke depan gue akan bikin dokumenter tentang gigs ini, yang dukung banyak,  baik didalam negeri bahkan temen-temen dari luar negeri.”, tutup Ezra Simanjuntak

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.