Sorotan Hari Pertama Synchronize Fest 2026: Orasi Ekologis Sukatani, Keriuhan Sukses Lancar Rejeki, Hingga Reuni Emosional Geisha Sorotan Hari Pertama Synchronize Fest 2026: Orasi Ekologis Sukatani, Keriuhan Sukses Lancar Rejeki, Hingga Reuni Emosional Geisha
Hari pertama gelaran Synchronize Fest 2026 sukses menyedot perhatian ribuan penikmat musik Tanah Air dengan deretan penampilan yang tak terlupakan. Panggung festival musik nasional... Sorotan Hari Pertama Synchronize Fest 2026: Orasi Ekologis Sukatani, Keriuhan Sukses Lancar Rejeki, Hingga Reuni Emosional Geisha

Sorotan Hari Pertama Synchronize Fest 2026: Orasi Ekologis Sukatani, Keriuhan Sukses Lancar Rejeki, Hingga Reuni Emosional Geisha

Jakarta, soundcorners.com – Hari pertama gelaran Synchronize Fest 2026 sukses menyedot perhatian ribuan penikmat musik Tanah Air dengan deretan penampilan yang tak terlupakan. Panggung festival musik nasional ini kembali membuktikan dirinya bukan sekadar ruang hiburan audio-visual, melainkan juga wadah artikulasi gagasan kritis, perayaan energi masa muda, hingga momen nostalgia yang penuh haru.

Tiga penampil yang sukses mencuri lampu sorot pada hari pertama ini adalah unit musik Sukatani, band pop punk Sukses Lancar Rejeki, dan kolaborasi reuni emosional dari Geisha.

Synchronize Fest 2026 - soundcorners

Sukatani: Mendidihkan Panggung Lewat “Tumbal Proyek” dan Darurat Ekologis

Unit musik Sukatani tampil mengejutkan dengan mengusung konsep tematis “Punk Sejak Dini”. Konsep ini diterjemahkan sebagai penegasan bahwa sikap kritis terhadap realitas sosial harus ditanamkan sejak akar yang paling mendasar. Set yang disajikan tidak hanya sekadar mengandalkan tempo cepat dan distorsi padat, tetapi juga pesan sosial yang tajam.

Momen paling krusial terjadi sesaat sebelum mereka membawakan single andalan, “Tumbal Proyek”. Alih-alih langsung menghentak instrumen, sang gitaris melangkah ke bibir panggung dan menyampaikan orasi politik ekologis yang membuat riuh penonton sejenak terhenti.

Dalam orasinya, ia menyoroti ancaman krisis lingkungan di Indonesia, khususnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, serta kritik keras terhadap ketimpangan struktur agraria dan konflik perampasan ruang hidup masyarakat adat. Tepat setelah orasi berapi-api itu ditutup, intro “Tumbal Proyek” diluncurkan, menciptakan atmosfer pertunjukan yang riuh, beringas, namun sarat makna.

Sukses Lancar Rejeki: Membakar Moshpit Panggung Getar

Bergeser ke Panggung Getar, unit pop punk Sukses Lancar Rejeki tampil “pecah” dan sukses membuat arena moshpit membara dari awal hingga akhir set mereka.

Highlight utama malam itu adalah ketika mereka membawakan single andalan, “Mokel”. Lagu dengan lirik yang sangat relatable karena memotret kelakuan lugu dan kocak anak ABG sehari-hari ini berhasil memancing sing-along ribuan penonton. Dibalut aransemen pop punk yang padat, upbeat, dan penuh energi, dentuman musik mereka terbukti ampuh membuat Panggung Getar serasa mau runtuh.

Reuni Emosional Geisha di Dynamic Stage

Panggung utama Dynamic Stage menjadi saksi sejarah momen emosional bagi para penikmat musik Indonesia. Geisha tampil memukau dengan konsep spesial yang menghadirkan dua vokalis ikonik mereka, Momo dan Regina, dalam satu panggung megah.

Penampilan ini sekaligus menjadi penanda perayaan perjalanan panjang band tersebut. Dalam sesi konferensi pers, Regina mengungkapkan rasa bahagianya. “Penampilan spesial ini sekaligus merayakan 30 tahun Geisha, spesial performa di panggung utama Dynamic Stage Synchronize 2026,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Momo membagikan kisah nostalgia di balik layar. Ia menyebut kembalinya ia bernyanyi bersama Geisha adalah bentuk takdir yang patut disyukuri. “Ada cerita yang tidak bisa terlupakan di dalam band ini karena kodrat dan lain hal yang tidak bisa terpisahkan. Kunciannya tuh di saya terkait kelakuan tiap personel, ada yang sering kentut sembarangan dan hal-hal sederhana lainnya,” seloroh Momo yang disambut gelak tawa awak media.

Momo juga mengaku sangat antusias saat pertama kali menerima tawaran reuni ini. “Saya sampai loncat-loncat di studio pertama kali dapat kabar Geisha main di event ini dan melibatkan saya. Terima kasih Synchronize,” ungkapnya.

Kolaborasi dua karakter vokal ini berhasil membawa puluhan ribu penonton bernostalgia lewat deretan tembang hits Geisha dengan aransemen megah, menutup hari pertama Synchronize Fest 2026 dengan kenangan manis yang akan terus diingat.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.