Soundcorners.com – Aria Baron Suprayogi atau yang akrab disapa Abah Baron merupakan salah satu nama besar di Dunia gitar Indonesia. Permainannya yang ngebut, dan gaya berpakaiannya yang eksentrik menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya. Aria Baron memulai karirnya sebagai gitaris yang sering memenangkan banyak kontes gitar, lalu membentuk band bernama Badai Band yang merupakan cikal bakal dari /Rif, karena alasan pendidikan, Aria Baron memutuskan pindah ke Jakarta dan membentuk bang GIGI yang semakin membesarkan namanya. Tim soundcorneres.com berhasil mendapat kesempatan untuk mewawancarai langsung Aria Baron di kediamannya seputar gitar, industri musik, rack system, dan masih banyak lagi.
Mungkin banyak yang bertanya kenapa Aria Baron tidak membentuk band lagi atau rekaman untuk solo album hingga saat ini, “trend udah berubah menurut gue, mereka-mereka udah ga bakal mengenang kita dari audio, sekarang udah jamannya visual, sekarang apresiasi lebih banyak buat para musisi yang membawakan lagu cover” ungkap Baron. Hal tersebutlah yang memutuskan Aria Baron untuk menjadi gitaris sosial media untuk memenuhi kebutuhan audio dan visual untuk para penggemarnya.
Jika kalian sering melihat gitaris-gitaris menggunakan rack system di studio maupun saat manggung, kemungkinan besar Aria Baron yang merakitnya, minimal meracuni para gitaris tersebut untuk menggunakan rack system. “Banyak orang mainnya jago, negbut segala macem, tapi soundnya busuk. Buat gue tone is number one! Tone gitar itu nentuin penyampaian musik dan karakter lo” tegas Baron. Tidak heran jika Aria Baron memiliki banyak gear dan gitar untuk memenuhi kebutuhan bermusiknya.
Dari sekian banyak merek gitar yang dimiliki dan sering digunakan Aria Baron untuk manggung, hingga rekaman, Aria Baron kini menjatuhkan hatinya kepada Schecter sebagai gitar utamanya. “dari dulu gue udah seneng sama pergerakan american boutique gitar cuma belum kesampean, trus ditawarin sama Gooswyn Music Store dan emang Schecter ini mampu memberikan clean sound yang glassy, tapi kalo diajak main galak juga sangar banget” ungkap Baron.
Aria Baron juga banyak memberikan kritik dan saran seputar tone, buffer pedal, compressor untuk para gitaris yang masih sering salah kaprah dalam menggunakan efek-efek tersebut. Mari kita simak lebih lanjut Aria Baron Exclusive Interview hanya di kanal Youtube Soundcorners. Jangan lupa like, comment, dan subscriba ya!!!
Berita Terbaru
- Rayakan 12 Tahun FORWAN Aplikasikan Giat Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni
- Bukan Hanya Soundtrack, Single Gigih Bagian Dari Nyawa Cerita, Musik, Visual, dan Emosi
- Menggabungkan Energi Klasik Dengan Sentuhan Modern Supergroup Gerimis Rilis “So Lonely” Feat. Adrian Sidharta
- Intimate Musical Journey di Deheng House Dewa Budjana Hadirkan “Pranayama Concert”
- DALAM BALUTAN MUSIK R&B PADA ALBUM TERBARUNYA “PISSED ME OFF/BORED ME TO DEATH” NONI HADIRKAN EKSPLORASI AMARAH
















No comments so far.
Be first to leave comment below.