Kehilangan Seseorang Terkasih di Momen Natal,  D’CINNAMONS Rilis Single “Silence of Christmas” Kehilangan Seseorang Terkasih di Momen Natal,  D’CINNAMONS Rilis Single “Silence of Christmas”
Jakarta, soundcorners.com - Natal sebentar lagi. Umumnya bagi mereka yang merayakannya, Natal adalah sebuah luapan kebahagiaan, keceriaan, kehangatan sekaligus momentum berkumpulnya keluarga serta orang-orang... Kehilangan Seseorang Terkasih di Momen Natal,  D’CINNAMONS Rilis Single “Silence of Christmas”

Kehilangan Seseorang Terkasih di Momen Natal,  D’CINNAMONS Rilis Single “Silence of Christmas”

Jakarta, soundcorners.com – Natal sebentar lagi. Umumnya bagi mereka yang merayakannya, Natal adalah sebuah luapan kebahagiaan, keceriaan, kehangatan sekaligus momentum berkumpulnya keluarga serta orang-orang terkasih. Tapi D’Cinnamons, trio pop akustik easy listening asal Bandung, Jawa Barat ini mencoba menyampaikan pesan yang berbeda dari perayaan itu.

Pengalaman pribadi sang vokalis/gitaris, Diana ‘Dodo’ Widoera yang telah kehilangan seseorang dan harus merasakan Natal tanpa kehadirannya telah menggiringnya untuk melahirkan sebuah lagu. Ia menumpahkan kesedihannya di situ. Bersama dua rekannya di D’Cinnamons, yakni Bona Ventura (gitar) dan Riana ‘Nana’ Mayasari (bass), Dodo pun merangkai lagu itu, dan merilisnya dalam format single bertajuk “Silence of Christmas”.

“Lagu D’Cinnamons ini berbeda dibanding mayoritas lagu Natal lainnya, yang biasanya happy, senang-senang, fun…,” ucap Bona tentang muatan single terbaru tersebut. Di “Silence of Christmas” ini, D’Cinnamons lebih menekankan pada kekhusukannya, karena berkaitan dengan rasa kehilangan seseorang saat Natal.

“Pertama kali yang gue bayangin waktu Dodo cerita kehilangan seorang sahabat itu, ya Natal dengan makan malam yang berbeda. Biasanya, nuansanya kan ceria dengan lampu-lampu yang terang dan hangat. Yang ini, semuanya tetap ada, tapi rasanya lebih dingin, sepi, senyap,” ujar Nana menambahkan.

Tapi, D’Cinnamons menegaskan, “Silence of Christmas” sebenarnya bukan karya lagu yang mengajak untuk meratap dan merasakan kesedihan berlarut-larut. Walau bertema kehilangan, namun lagu ini justru dihadirkan untuk menguatkan mereka yang pernah merasakan hal yang sama.

“Saat kehilangan seseorang yang pernah dekat, memang tidak mudah, tapi kita harus menerima itu,” tutur Dodo meyakinkan.

Ia sendiri merasa, justru terbantu menguatkan hati lewat lagu itu. Dan Dodo berharap, orang-orang yang mendengarkannya juga bisa merasakan hal yang sama. Pada bagian akhir lagu, Dodo meneteskan sebaris lirik yang berbunyi: ‘’… to have you here, in my heart. Itulah inti dari keseluruhan lagu.

“Kalimat itu tuh bener banget menurut aku, gimana cara kita ngelepasin seseorang, entah itu sahabat, siapa pun itu dalam hidup kita. Pada akhirnya ya bagaimana kita menghargainya, bagaimana kita mencintainya, dengan mengingatnya di hati kita. Dia memang hidupnya di sini (di hati), dia nggak akan kemana-mana.”

Sedikit menengok ke belakang, D’Cinnamons yang terbentuk pada September 2004, sejauh ini sudah merilis empat album studio, yakni “Good Morning” (2007) yang melejitkan lagu “Loving You” dan “Kuyakin Cinta”, lalu “OST Cintapuccino” (2007), “Atlantis” (2012) dan “Home” (2021). Juga ada beberapa single seperti “Galih & Ratna” (2009), “Damai Tapi Gersang” (2010) dan “My Lovely Friend” (2012). Pada 2008 silam, D’Cinnamons memenangkan penghargaan di ajang Indonesian Movie Actors Awards untuk kategori “Soundtrack Terfavorit” berkat lagu “Selamanya Cinta” yang termuat di album “OST. Cintapuccino”.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.