Kmalasana, Ketenangan Dewa Budjana Menghadapi Pandemi Dengan Sound Gitar Fretless Kmalasana, Ketenangan Dewa Budjana Menghadapi Pandemi Dengan Sound Gitar Fretless
Dewa Budjana merilis single terbaru Kmalasana lengkap dengan video musiknya. Berbeda dengan proyek sebelumnya, kali ini Kmalasana menghadirkan drummer legendaris Simon Phillips dan bassis... Kmalasana, Ketenangan Dewa Budjana Menghadapi Pandemi Dengan Sound Gitar Fretless

Soundcorners.com, Jakarta – Pada Rabu, 21 Oktober 2020, Dewa Budjana merilis single terbaru Kmalasana lengkap dengan video musiknya. Berbeda dengan proyek sebelumnya, kali ini Kmalasana menghadirkan drummer legendaris Simon Phillips dan bassis Carlitos Del Puerto. “Saya terbiasa mencari drummer duluan, dan Simon Phillips merupakan sosok yang sebenarnya sudah saya incar dari dulu”, akunya sambil menjelaskan bahwa tidak ada formula pasti dalam mencari musisi yang tepat baginya. “Cara dapatnya bermacam-macam, bisa aja guide sudah jadi lalu saya membayangkan siapa yang cocok, atau saya buatkan guide yang cocok untuk musisi tersebut”.

Inspirasi di balik single ini dikatakan Budjana sebagai caranya merespons suasana pandemi. “Ini adalah sebuah ketenangan yang saya rasakan di saat-saat seperti ini”. Dari musiknya sendiri, bagi SoundCorners memang ciri khas nuansa fusion Budjana. Namun mungkin satu hal yang membuat single ini spesial adalah penggunaan gitar double neck fretless dari Kiesel. Ya, gitar berwarna ungu ini memiliki dua neck dengan yang di atas adalah multiscale fretless dan yang bawahnya multiscale normal (itu jika multiscale bisa disebut normal, sih). Bagi yang penasaran, mungkin akan sangat termaklumi bagaimana gitar fretless benar-benar harus digunakan di sini.

Single ini juga menandai awal kerjasama yang baik antara Dewa Budjana dengan sebuah record label baru, Mehsada yang diwakili oleh Dani Rahadia selaku CEO saat konferensi pers secara daring bersama Budjana. Single ini layak menjadi angin segar dan inspirasi bagi musisi dan industri kreatif di tengah pandemi, karena skala dan kualitas proyek ini seakan membuktikan bahwa seni adalah kebutuhan berekspresi. Tidak bisa dihentikan dalam situasi apapun. “Berkaryalah dengan sungguh-sungguh, biar semesta yang membalasnya”, tutup Dani Rahadian sebagai pesan untuk pelaku industri kreatif.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.