Rayakan 40 tahun Anniversay, Kokpit Hadirkan Featuring Bintang Papan Atas Indonesia Rayakan 40 tahun Anniversay, Kokpit Hadirkan Featuring Bintang Papan Atas Indonesia
Post Views: 671 Rayakan 40 tahun Anniversay, Kokpit Hadirkan Featuring Bintang Papan Atas Indonesia

Soundcorners.com – Jakarta (23/11) Merayakan anniversay yang ke-40 band lawas Kokpit melakukan konser ekslusif dengan bertabur artis-artis papan atas dalam kolaborasi satu panggung membawakan cover lagu Genesis seperti, Ahmad Albar, Ian Antono, Arman Maulana, Fadli dan Rising Star Jakarta Drum School. Konser yang terlaksana pada Rabu (21/11) di The Pallas SCBD dipenuhi oleh penggemar Genesis dan Kokpit yang rata-rata masuk generasi Old School alias lawas

Perjalanan Cockpit Band dimulai tahun 1980 di Jakarta, didirikan oleh Dadan Muchtar, Izal, Oding Nasution, Yaya Moektio & Joseph Martam. Pada malam tahun baru 1983 sempat tampil di Pantai Kuta, Bali dan menuai sukses.

Vokalisnya yang paling menonjol datang dari Belanda. Dia menguasai karakter vokal Peter Gabriel dan Phil Collins dan mampu tampil secara teatrikal sesuai dengan style yang diusung oleh Genesis jika tampil live. Dia adalah Freddy Tamaela yang kini sudah tiada. Gaya teatrikalnya konon lebih menarik dari yang biasa dilakukan Gabriel dan Collins di panggung.

Pada era 80-an inilah Genesis-nya Indonesia ini mewabah di Indonesia dengan kemasan Genesis night di Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya dan kota-kota besar lainnya di Indonesia serta di hadiri rata-rata sebanyak 500 orang setiap pertunjukkannya.

Kokpit mempersembahkan musik yang tidak sekadar memainkan lagu-lagu Genesis tapi juga menghayati dan memainkannya dengan segenap kreatifitas. Hal itu terlihat ketika tampil pada konser anniversary ke 40 dengan melantunkan 32 lagu selama 3 jam.

Lantunan lagu-lagu hits Genesis hingga Phil Collins dapat membius para penonton yang hadir untuk bernyayi bersama, bahkan sesekali ada oknum penonton naik ke atas panggung untuk melantunkan satu dua bait lagu yang di mainkan.

Apalagi, Rising Star Jakarta Drum School bermain ciamik dengan menyuguhkan komposisi dalam trading solo, 2 drum plus 6 perkusi, dan usai tampil, Kokpit melanjutkan show nya dengan menggunakan dua solo drum, wah… keren.

Aksi spontan untuk charity Oding Nasution dengan melakukan lelang, sontak membuat suasana solidaritas para penonton dengan memberikan donasi, Bahkan makin haru ketika Oding Nasution naik ke panggung dan membesut gitar bermain bersama Kokpit, terikan penonton makin riuh untuk medukung kesehatannya.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + fifteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.