Sinergi Ekosistem Musik Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia Sebagai Kedaulatan Budaya dan Ekonomi Sinergi Ekosistem Musik Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia Sebagai Kedaulatan Budaya dan Ekonomi
Sinergi ideal tentunya kelak terjadi, dengan bentuk persekutuan saling mendukung antara para pelaku aktif. Bersama pihak ekosistem. Dan melibatkan pula peran serta aktif dan... Sinergi Ekosistem Musik Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia Sebagai Kedaulatan Budaya dan Ekonomi

Sinergi Ekosistem Musik Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia Sebagai Kedaulatan Budaya dan Ekonomi

Jakarta, soundcorners.com – Cita Svara Indonesia, yang di dalamnya terdiri dari pelaku Musik Indonesia. Yang berada dalam lingkaran Ekosistem Musik Indonesia. Yang telah aktif berkecimpung di dunia musik Indonesia, bahkan sejak 1980 – 1990an. Perjalanan nan panjang tentunya.Sampailah pada satu titik, di kesempatan tahun 2026 ini, sebagian dari ekosistem Musik Indonesia yang aktifitasnya di dunia musik telah menjadi sebuah catatan, yang lantas menjadi bagian penting perjalanan sejarah musik Indonesia. Dimana pada beberapa pihak dari lingkaran ekosistem Musik Indonesia tersebut, akhirnya bersepakat menyatukan diri, berkumpul, menyelaraskan visi dan misi. Sekaligus menyatukan enerji.

Cita Svara Indonesia - soundcorners

Dalam hal ini Cita Svara Indonesia berdiri dengan tujuan utama, menjadi elemen sinergi yang siap mendukung sepenuhnya. Dan ikut menggali potensi musik Indonesia menjadi industri. Serta sekaligus, turut mendorong kolaborasi yang sehat antara para musisi se Indonesia.

Selain itu turut serta membawa, atau membunyikan Musik Indonesia ke pentas dunia. Serta, menjadikan Musik Indonesia sebagai kedaulatan budaya dan ekonomi, yang dirasakan terutama oleh para pelaku aktif Musik Indonesia, terlebih tentunya, bagi para musisi dan penyanyi.

Sejatinya, Musik Indonesia dalam catatan sejarah perjalanannya selama ini membuktikan potensi besarnya untuk lebih berbicara di pentas musik Internasional. Dan kesempatan mendunia itu, tentu saja diyakini oleh CSI harus dilandasin pula oleh kerjasama secara baik, dengan pihak pemerintah.

Sinergi ideal tentunya kelak terjadi, dengan bentuk persekutuan saling mendukung antara para pelaku aktif. Bersama pihak ekosistem. Dan melibatkan pula peran serta aktif dan intens dari pihak pemerintah Indonesia. Tentu dalam hal ini, lewat institusi kementrian terkait. Yang memang secara langsung bertanggung jawab mendukung kemajuan Musik Indonesia.

Bagaimana kelak secara keseluruhan Musik Indonesia jelas dinyatakan dan diakui kedaulatannya di tanah airnya sendiri. Dan dengan dimulai dari tanah kelahirannya itulah, lantas memiliki keyakinan diri lebih tebal untuk menuju pentas musik dunia. Kepercayaan diri menjadi berlipat.

Yang dapat diartikan, bahwa Indonesia tidak hanya berhenti sebagai pasar musik mancanegara. Dianggap sebagai pasar musik (internasional) yang potensial. Sejatinyalah, Musik Indonesia dengan para penyanyi dan musisinya, memiliki kemampuan serius untuk ikut bergerak aktif di pasar musik internasional. Meramaikan, dan meraih respon positif pasar musik global.

Adapun sebagai Tagline perkenalan CSI ke media massa di hari ini adalah, Beda Masa Satu Rasa. Karena bukankah masa boleh, dan pasti berganti. Tapi mengenai rasa, tetaplah sama.

Dan di hari ini, sebagai Momentum perayaan akan Hari Musik Nasional 2026 ini, kiranya dapat menjadi satu titik tolak akan terjadinya sinergi antar pelaku aktif Musik Indonesia. Dimana sinergi tersebut adalah sebuah keniscayaan yang teramat penting. Bagi kemajuan Musik Indonesia di masa mendatang. Tentu saja tak hanya berhenti dari Cita Svara Indonesia saat ini. Jangan berhenti pula di teman-teman dunia pers, yang memberi atensi dan apresiasi bagi Musik Indonesia.

Cita Svara Indonesia yang adalah Connie Constantia, Peter Frits Momor, Harry Koko Santoso, Jimmy Turangan, Maria Elizabeth, Lodewiyk Cornelis Ticoalu, Tony TSA, BoetjeTenda,Taraz Bistara, Hendrik Agustinus Siagian, Erby Dwitoro, Oleg Sanchabakhtiar, Setiadi Darmawan, Firdaus Fadlil, Gideon Momongan.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.