The Motives Luncurkan “Slavery” dan “Lockdown Love” Dirayakan  Dengan Lockdown Showcase The Motives Luncurkan “Slavery” dan “Lockdown Love” Dirayakan  Dengan Lockdown Showcase
Jakarta, soundcorners.com - Di tengah melandanya pandemic COVID-19 di tahun 2021 ini, kuartet musik Motives secara resmi meluncurkan dua single mereka yang diberi tajuk... The Motives Luncurkan “Slavery” dan “Lockdown Love” Dirayakan  Dengan Lockdown Showcase

The Motives Luncurkan “Slavery” dan “Lockdown Love” Dirayakan  Dengan Lockdown Showcase

Jakarta, soundcorners.com – Di tengah melandanya pandemic COVID-19 di tahun 2021 ini, kuartet musik Motives secara resmi meluncurkan dua single mereka yang diberi tajuk “Slavery” dan “Lockdown Love”. Dua single ini menjadi penanda kembalinya Edo (vokal), Bayu (gitar), Tony (gitar) dan Dody (bass) dalam satu rumah yang sama bernama Motives.

Setelah mengalami beberapa aturan pembatasan gerak untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, seperti PSBB dan PPKM darurat yang akhirnya turun secara perlahan menjadi PPKM Level 1 dan memungkinkan adanya lagi gelaran seni dan budaya, Motives dan label Smartestbomb Records merespon dengan mengadakan sebuah showcase yang diberi nama Lockdown Showcase.

Mini showcase ini dalam rangka perayaan rilisnya dua single Motives, “Slavery” dan “Lockdown Love” dalam bentuk rilisan fisik yaitu kaset, yang sebelumnya hanya dirilis dalam bentuk digital.

“Projek ini baru rampung dua singel aja, namun proses pengerjaan full album sudah mulai digarap, mungkin di tahun 2022 kami akan mengeluarkan full album,” tukas Bayu (gitar),pada perilisan dua debut single sekaligus showcase yang berlangsung pada minggu (21/11) di salah satu cafe Jakarta Pusat.

Dalam rencana ke depan, Motives akan melakukan promo tour untuk menyambangi para pecinta musik rock di Indonesia.

“Kalau tour dari awal PPKM 2020 sudah ingin dijadwalkan, tapi karena belum jelas tentang pandemi di Indonesia hal ini masih kami pending. schedule tour dari lebel sudah ada, mungkin 2022 nanti jika kondisi pandemi semakin berkurang dan regulasi ijin semakin mudah.” Tambah Bayu.

Melihat dinamika industri musik yang semakin mudah dan banyak bermunjulan karya-karya musisi yang muncul tenggelam, bukan menjadi Motives eksist di Industri musik Indonesia.

“Kita nge-band ini bukan mejadi suatu tujuan utama kita harus terkenal, hal itu bonus aja, yang penting kami bekarya aja. Dengan beragam genre musik di indonesia saat ini bukan suatu masalah band ini sukses atau tidak, jadi nanti pendengarnya yang pilih sendiri, yang penting kami tetap produktif berkarya,” tutupnya.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.