Bawa Cerita Personal dan Makna Kesederhanaan, Sigit Wardana Resmi Rilis Album Solo ‘Eksisten’ Bawa Cerita Personal dan Makna Kesederhanaan, Sigit Wardana Resmi Rilis Album Solo ‘Eksisten’
Dengan hadirnya Eksisten, Sigit Wardana tidak hanya menegaskan konsistensinya sebagai solois, tetapi juga membuktikan bahwa kesederhanaan dan kejujuran rasa tetap menjadi kekuatan utama dalam... Bawa Cerita Personal dan Makna Kesederhanaan, Sigit Wardana Resmi Rilis Album Solo ‘Eksisten’

Bawa Cerita Personal dan Makna Kesederhanaan, Sigit Wardana Resmi Rilis Album Solo ‘Eksisten’

Jakarta, soundcorners.com – Vokalis band Base Jam, Sigit Wardana, resmi merilis album solo ketiganya yang bertajuk Eksisten. Album ini merangkum total lima trek, yang terdiri dari tiga lagu lama berbalut aransemen anyar serta dua karya lagu baru.

Melalui Eksisten, Sigit tak sekadar menghadirkan deretan nada baru, melainkan juga menyampaikan penghormatan mendalam pada lagu-lagu yang mewarnai perjalanan hidupnya, sekaligus membagikan narasi personal tentang keluarga dan kesederhanaan.

Sigit Wardana - soundcorners

Perubahan Konsep hingga Harapan untuk Tetap ‘Eksis’

Sigit mengungkapkan bahwa konsep awal album Eksisten sebenarnya direncanakan berisi lagu-lagu cover dari musisi lain secara penuh. Namun, beberapa dinamika dan kendala di tengah proses pengerjaan akhirnya melahirkan kompromi berupa kombinasi antara materi remake dan lagu baru.

“Emang ada keinginan untuk bikin satu album penuh lagu orang semua. Kayak penghargaan terhadap lagu-lagu yang menurut gue sudah memberikan warna buat hidup gue,” ujar Sigit Wardana dalam sesi peluncuran album Eksisten.
Pemilihan kata ‘Eksisten’ sebagai tajuk album pun memuat filosofi tersendiri.

Bagi Sigit, judul tersebut berfungsi sebagai penanda sekaligus doa agar dirinya terus menjaga konsistensi dan keberadaannya di belantika musik Indonesia.
Meski begitu, Sigit membeberkan masih ada beberapa karya impian yang belum sempat masuk ke album ini, salah satunya lagu “Satu Senyum Saja” milik grup ska legendaris Tipe-X, serta beberapa karya dari grup pop-rock Flanella.

Ruang Jujur untuk Sisi Humanis dan Kesederhanaan

Proyek solo ini dimanfaatkan Sigit sebagai wadah yang lebih intim untuk mengeksplorasi sisi personalnya. Pendekatan serupa sebelumnya pernah ia terapkan di album November, yang banyak berkisah tentang keluarga, peran sebagai ayah, serta dinamika hidup bersama istri dan anak-anaknya.
Lewat Eksisten, Sigit membedah sisi lain kehidupan seorang musisi yang kerap dipersepsikan identik dengan kemewahan. Ia justru ingin memperlihatkan bahwa seorang seniman musik pun menjalani realitas yang sama seperti masyarakat pada umumnya. “Gue pengen mengangkat kesederhanaan. Sederhana itu indah kok. Hidup sederhana itu indah,” tuturnya.

Menariknya, perspektif ini juga dipengaruhi oleh rutinitas kesehariannya yang kerap memanfaatkan moda transportasi umum di perkotaan. Bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan masyarakat urban memberinya sudut pandang baru yang ia tuangkan ke dalam denyut musiknya.

Menatap Potensi Mini Album di Tahun 2027

Tak berhenti di Eksisten, Sigit sudah menyiapkan langkah berikutnya di jalur solo. Ia berencana merilis beberapa single susulan, hingga tidak menutup kemungkinan merilis mini album (EP) baru dengan eksplorasi tema yang berbeda pada tahun 2027.

Sigit secara terbuka mengakui bahwa ia kini lebih menyukai format mini album dibandingkan album penuh (full-length).“Gue lebih suka mini album ya, lebih cepat prosesnya, lebih dikit lagunya, lebih gampang nyampenya menurut gue ya. Lebih gampang nyampe ke teman-teman,” pungkas Sigit.

Dengan hadirnya Eksisten, Sigit Wardana tidak hanya menegaskan konsistensinya sebagai solois, tetapi juga membuktikan bahwa kesederhanaan dan kejujuran rasa tetap menjadi kekuatan utama dalam meramu sebuah karya musik.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.