Dari Buku Jurnal ke Soundtrack Cinta Shanty Rilis “I Do”
Jakarta, soundcorners.com – Penyanyi dan aktris multi-talenta Shanty resmi merilis single terbarunya berjudul “I Do”, tepat menjelang Hari Valentine. Lagu ini bukan sekadar karya musik biasa, melainkan manifestasi doa pribadi Shanty yang lahir dari goresan tinta di buku jurnalnya, sekaligus menjadi soundtrack cinta bagi pendengar di tahun 2026.
Shanty telah lama menuliskan keinginannya untuk merekam lagu original, bukan remake di jurnal manifestasinya. Harapannya akhirnya terwujud pada November lalu, ketika “I Do” hadir sebagai jawaban atas doa dan kesabaran yang ia tulis sendiri. “Aku percaya bahwa lirik adalah doa, dan doa selalu didengar oleh semesta,” ungkap Shanty. “Lagu ini bukan hanya doa pribadi, tapi juga doa untuk semua orang yang masih mencari cinta dan menunggu soulmate-nya tiba.”. tambahnya di saat presconference secara online dengan awak media massa
Kehadiran “I Do” sekaligus menjawab kerinduan penggemar yang menantikan karya terbaru dari Shanty. Dengan kualitas produksi yang matang dan sentuhan musikal yang autentik, banyak yang memprediksi lagu ini menjadi next big hit dari Shanty, sebuah karya yang lahir dari kejujuran hati dan pengalaman pribadi.
Dirilis pada bulan Februari, Shanty ingin menyebarkan energi cinta di Hari Valentine. “Aku berharap lagu ini bisa menular ke pendengar mereka yang single segera menemukan belahan jiwa, dan mereka yang menuju pelaminan diberikan keawetan hingga maut memisahkan,” tambah Shanty.
Secara musikal, “I Do” menangkap momen emosional transisi cinta, dari keterkejutan saat menerima lamaran hingga keyakinan untuk berkomitmen. Lirik yang menyentuh hati, seperti “Awalnya ku tak menyangka Menua bersamamu”, dipadukan dengan aransemen dan sinematik yang membuat lagu ini cocok menjadi soundtrack untuk konten media sosial populer, termasuk tren Proposal Archive.
Sebagai Executive Producer, Shanty memimpin proses kreatif lagu ini bersama Pringgo Aryo Pradana sebagai komposer. Lirik ditulis oleh Pringgo Aryo Pradana dan Vicky Shu, menghasilkan sebuah karya yang manis, emosional, sekaligus relatable bagi generasi muda.” Lagu ini mengalir aja pleketiplek jadi. Gue yang biasanya suka bawel dalam penggarapan lagu di single-single sebelumnya, namun di sini gue langsung nerima materi arasemennya. Paling di bagian mixing ada satu part revisi saja.”, ungkap Shanty.

















No comments so far.
Be first to leave comment below.