Ervin Nanzabakri Exclusive Interview: Gara-Gara Slank dan Godbless Gue Pengen Ngeband Ervin Nanzabakri Exclusive Interview: Gara-Gara Slank dan Godbless Gue Pengen Ngeband
Jakarta, soundcorners.com - Siapa tak kenal EdanE? Band rock yang sudah melalangbuana di permusikan Indonesia sejak 1992 ini terkenal juga dengan pergantian vokalis yang... Ervin Nanzabakri Exclusive Interview: Gara-Gara Slank dan Godbless Gue Pengen Ngeband

Jakarta, soundcorners.com – Siapa tak kenal EdanE? Band rock yang sudah melalangbuana di permusikan Indonesia sejak 1992 ini terkenal juga dengan pergantian vokalis yang nyaris di tiap albumnya. Hingga akhirnya berlabuh di salah satu vokalis rock dengan suara yang serba bias dari tahun 2010 hingga saat ini, Ervin Nanzabakri. Beruntung tim Soundcorners mendapat kesempatan langsung untuk mewawancarai Ervin di kediamannya tentang perjalanan karirnya dari sebelum hingga sesudah berabung dengan Edane.

Suara dari Ervin Nanzabakri mungkin terdengar sangat “barat” namun ternyata sangat berbanding terbalik dengan influencenya dalam bermusik, yaitu band-band rock legendaris dari Indonesia.

“Gue sebenernya ngefans banget sama band band rock Indonesia dan Malaysia, bahkan gara-gara Slank dan Godbless gue pengen ngeband, haha,” Ungkap Ervin.

Seperti kebanyakan vokalis lainnya, Ervin memulai perjalanan vokalnya dari tongkrongan, dan beruntungnya, Rock n Roll sudah mengalir deras di darahnya. Bahkan, band pertamanya sudah membawakan lagu –lagu dengan teknik vocal yang terbilang sulit seperti Deep Purple – Child in Time hingga Metallica.

Sebelum mengenal EdanE, Ervin Nanzabakri sudah menggeluti menjadi musisi professional, dirinya bercerita banyak tentang pengalamannya menjadi musisi di café-café.

“Lumayan tuh, dulu setiap malam pasti manggung, fansnya juga udah terbilang banyak untuk band café,” cerita Ervin.

Hingga pada tahun 2002 Ervin bergabung dengan Aksara Band yang membawanya tur 8 kota di pulau Jawa. Dari sinilah perkenalannya dengan EdanE dimulai.

Mungkin jika kalian mendengar suara Ervin, sudah dapat dipastikan bahwa dia adalah vokalis yang cocok untuk EdanE. Namun tidak dengan Eet Sjahranie, pengalamannya di music rock selama beberapa decade ini memberikannya telinga yang sangat kritis. Ervin bercerita bahwa dia pernah
“digantung” oleh Edane lantaran suaranya belum sesuai harapan para personil EdanE, terutama Eet Sjahranie.

Namun dengan tekad dang semangat yang kuat, Ervin Nanzabakri terus berlatih dan tidak ragu untuk mendatangi Eet Sjahranie untuk menguji kembali vokalnya, hingga akhirnya resmi bergabung dan menjadi vokalis di EdanE sejak album Edan dan beberapa single hingga saat ini.

Tidak puas hanya dengan menjadi vokalis salah satu raksasa rock Indonesia, Ervin Nanzabakri juga memberanikan diri untuk merilis mini album solonya yang bertajuk Ervin Nanzabakri. Mini Album yang memiliki 5 lagu ini juga turut didukung oleh beberapa musisi ternama seperti Toto Tewel, Fajar Satriatama, hingga Rocky Antono, putra dari Ian Antono.

Masih banyak lagi pengalaman seru dari Ervin Nanzabakri yang wajib kita ikuti. Untuk lebih lengkapnya, silahkan saksikan Ervin Nanzabakri Exclusive Interview hanya di kanal youtube Soundcorners. Jangan lupa subscribe, like, dan comment ya! Hail Edane!

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.