Blackstar Silverline Special Penampilan Analog Tapi Berjiwa Digital Blackstar Silverline Special Penampilan Analog Tapi Berjiwa Digital
Nama Blackstar dalam dunia pergitaran memang terbilang baru dibandingkan nama-nama amplifier legendaris asal Inggris lainnya. Namun kalau boleh jujur, perusahaan yang baru didirikan tahun... Blackstar Silverline Special Penampilan Analog Tapi Berjiwa Digital

Soundcorners.com – Nama Blackstar dalam dunia pergitaran memang terbilang baru dibandingkan nama-nama amplifier legendaris asal Inggris lainnya. Namun kalau boleh jujur, perusahaan yang baru didirikan tahun 2007 ini cenderung lebih banyak menawarkan inovasi dan fitur pada produknya. Sebut saja fitur ISF (akan dibahas lebih lanjut), dan amplifier mini ID Core Series dan FLY Series-nya yang terbilang laris manis di Indonesia. Nah, Silverline merupakan seri terbaru dari Blackstar yang menurut kami merupakan salah satu seri yang paling unik dari pabrikan yang hanya didirikan oleh empat orang teman seband ini.

Kesan Butik

Seperti sudah disebutkan, berdiri tahun 2007, dunia persilatan cukup kagum dengan inovasi Blackstar saat menggebrak dengan deretan amplifier dan pedal tabung saat sedang demam-demamnya amp modelling. Ini mungkin bisa dimaklumi karena sebagai produk Inggris, tentu orang cenderung berharap Blackstar bisa mengikuti ‘kakak-kakak seperguruannya’. Hanya saja, Blackstar memberi sentuhan modern dengan desain hitam legam (namanya juga ‘Blackstar’ hehehe) sekaligus menawarkan ampli-ampli tabung ukuran mungil seperti HT-1.

Nah, sekarang justru Blackstar dengan Silverline-nya memberikan amplifier yang mengacu pada nuansa vintage dan butik. Desainnya yang didominasi warna kelabu ini sangat serasi dengan nama Silverline tersebut. Ini merupakan angin segar jika koleksi amplifier British kita sudah ada yang berwarna hitam dengan panel keemasan atau berwarna seperti jeruk. Sebagai tambahan, detail pada handlenya memiliki detail cantik berlogo Blackstar. Konsep desain yang berbeda dari amplifier lain inilah yang membuatnya seperti amplifier butik atau custom.

Fitur Digital

Nah, ternyata panel kontrol pada Blackstar Silverline ini seperti kontras dengan konsep visualnya. Selain merupakan ampli non-tabung, kita akan langsung menjumpai kontrol khas amplifier digital seperti USB Port, efek, delay, reverb, simulasi power tube, dan preset (bank, channel 1 hingga channel 4). Adanya MP3/Line In dan Emulated Output yang digabung dengan headphone out adalah pertanda bahwa ampli ini juga dipersiapkan untuk aktifitas di home studio karena artinya kita bisa merekamnya dengan sistem direct. Nah, bagi yang masih belum tahu fitur ISF, pada dasarnya knob ini memungkinkan kita untuk mengubah karakter British, US, atau paduan di tengah-tengahnya dan seakan merupakan fitur khas yang wajib ada di hampir seluruh model Blackstar. Sehingga, kita benar-benar disuguhi berbagai variasi tone dari sebuah ampli 50 Watt ini. Tidak perlu kelelahan untuk berkutat dengan knob di amplifiernya, Blackstar sudah menyediakan softwarenya sehingga kita bisa dengan nyaman ngulik sound yang kita inginkan dari komputer.

Variasi Sound

Dengan enam variasi preamp (OD2, OD1, Super Crunch, Crunch, Clean Bright, dan Clean Warm) serta enam variasi power amp (KT88, 6L6, KT66, EL34, 6V6, dan EL84), kita bisa dibuat betah menghabiskan waktu untuk mengulik kemungkinan tone yang tidak ada habisnya. Untuk langkah awal, kami sarankan untuk mencoba-coba beberapa tone dasar dari preamp. Bisa mulai dari Clean Bright atau Warm, dan membandingkan antara Crunch, Super Crunch, dan seterusnya karena bagian inilah yang paling memberi perubahan signifikan dari variasi power ampnya. Kami cukup kagum karena amplifier ini bisa diajak bermain clean yang jernih hingga OD2 yang agresif dengan sustain single note yang sangat baik. Sedangkan untuk variasi Power amp, menurut kami lebih terdengar perbedaannya saat kita berada di wilayah Crunch dan Clean. Cobalah membandingkan EL34 dengan KT88, mungkin Anda akan merasakan karakter ‘kesengauan’ yang berbeda. Ini merupakan fitur asik bagi yang peduli akan detail-detail seperti ini.

Kesimpulan

Dari sejarah, secara objektif Blackstar memang belum selegendaris brand-brand tua. Namun Blackstar mampu memberi nafas modern-nya dengan inovasi-inovasi unik. Silverline sendiri sudah memegang dua point plus bagi kami. Pertama, secara visual belum ada brand yang menyentuh warna kelabu. Kedua, memadukan desain butik dengan fitur serba modern merupakan konsep yang segar. Ini seakan membuktikan bahwa amplifier keren memang tidak harus berwujud tabung. Meski tidak ada salahnya juga kalau kita tetap mencintai, merawat dan mengoleksi amplifier tabung, toh Blackstar juga punya model tube ampnya. Hanya sedikit disayangkan Blackstar Silverline ini tidak termasuk footswitch dalam paket pembelian dan tidak memiliki send/return.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.