Padi Reborn Merilis Indera Keenam Dalam Format Akustik Padi Reborn Merilis Indera Keenam Dalam Format Akustik
Dibawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia, Padi merilis album terbarunya dengan judul “Indera Keenam” dan menggelar konferensi pers pada Jumat (25/10) di mall Plaza... Padi Reborn Merilis Indera Keenam Dalam Format Akustik

Soundcorners.com – Grup band asal Kota Surabaya, Padi Reborn baru saja merilis album terbarunya semenjak album “Tak Hanya Diam” yang dirilis pada tahun 2007. Dibawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia, Padi merilis album terbarunya dengan judul “Indera Keenam” dan menggelar konferensi pers pada Jumat (25/10) di mall Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Album tersebut berisi delapan buah lagu dimana terdapat satu lagu baru dan tujuh lagu dari album lamanya yang di aransemen ulang.

Dalam 22 tahun bermusik, Padi Reborn menunjukkan bahwa mereka tetap konsisten berkarya dengan terciptanya album ini. Tidak sendirian, mereka pun berkolaborasi dengan musisi asal Surabaya, Denny Chasmala sebagai co-producer. Satu lagu baru berjudul “Kau Malaikatku” memiliki aransemen dan nuansa yang lebih segar dibanding lagu-lagu sebelumnya. Di lagu ini pula Padi Reborn memasukkan suara anak dari Tora Sudiro, Jenaka untuk menyanyikan lagu baru tersebut sehingga menciptakan suasana lagu yang lebih segar. Dalam pembuatannya, Padi Reborn harus pergi ke Eropa untuk mengambil beberapa gambar untuk digunakan sebagai video lirik. “Ya kita pergi ke beberapa kota di Eropa, kita ke Praha, Amsterdam dan beberapa kota lain” ucap Surendro Prasetyo atau yang akrab dipanggil Yoyo.

Mulai dari judul hingga desain cover album ini penuh dengan filosofi. “Selain panca indera, Tuhan memberikan kita satu indera lainnya yang disebut indera keenam. Dalam hal ini, indera keenam kami sebagai musisi adalah kemampuan untuk menghasilkan musik yang indah” ujar Rindra Noor selaku bassist dari Padi Reborn.

Penuh dengan angka enam, bentuk segi enam diambil sebagai desain cover album mereka yang keenam ini. Padi Reborn beranggapan bahwa hexagonal adalah desain dari alam yang mempunyai konstruksi terkuat seperti halnya sarang lebah atau sarang laba-laba sehingga bisa mempunyai komposisi yang lebih solid lagi dengan adanya album ini. “Ini juga menjadi sebuah bridging atau jembatan bagi para pendengar baru yang rata-rata generasi millenial.

Saat mereka dengar lagu lama yang ada di album ini pasti mereka akan penasaran dengan versi aslinya” ujar Satriyo Yudi Wahono atau yang kerap disapa Piyu selaku gitaris Padi Reborn pada saat konferensi pers. Bersamaan dengan itu, Padi Reborn mengadakan penampilan live di stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Bunderan HI, Jakarta Pusat. Rangkaian acara yang diawali dengan konferensi pers ini dihadiri oleh beberapa awak media dan juga Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang telah memberikan mereka izin untuk menyelenggarakan penampilan di stasiun MRT Bunderan HI.

Dengan konsep aransemen akustik ini Yoyo yang merupakan drummer Padi Reborn berharap album ini dapat diterima oleh Sobat Padi dan pecinta musik Tanah Air. Selain itu, mereka juga akan menggelar konser dengan tajuk “Mega Konser Indera Keenam Padi Reborn” pada hari Jumat, 1 November 2019 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.