Review PEAVEY VYPYR Pro 100 : Amplifier Gitar yang TONE LEGENDARIS Review PEAVEY VYPYR Pro 100 : Amplifier Gitar yang TONE LEGENDARIS
Dalam line up amplifier Peavey, tentu saja kita sudah akrab dengan 6505 Series yang menjadi legenda itu. Tapi tahukah kamu, brand asal Amerika Serikat... Review PEAVEY VYPYR Pro 100 : Amplifier Gitar yang TONE LEGENDARIS

Soundcorners.com – Dalam line up amplifier Peavey, tentu saja kita sudah akrab dengan 6505 Series yang menjadi legenda itu. Tapi tahukah kamu, brand asal Amerika Serikat ini juga punya beberapa tipe lainnya seperti Vypyr yang masuk review SoundCorners. Amplifier dengan format combo ini memang hanya memiliki satu speaker 12 inch. Namun dengan kekuatan dayanya yang mencapai 100 Watt, jangan ragu untuk bawa ampli ini manggung. Karena menurut kami, Peavey Vypyr Pro 100 ini memang memiliki kekerasan suara yang menggelegar. Untuk urusan manggung atau rekaman, kita juga akan diberi fasilitas XLR Out yang bisa kita kirim langsung ke mixer atau soundcard yang akan membebaskan kita dari todong menodong alias direct.

Sebelum bicara lebih jauh tentang fungsi XLR Out tadi, kita lihat dulu kontrol-kontrolnya. Pada panel depan kiri, kita akan melihat empat buah knob besar dengan 4 layar kecil. Keempat knob ini dapat kita anggap sebagai ‘blok’, atau Peavey menyebutnya sebagai “Model Bay”. Nah, tiap blok ini bisa ditugasi untuk mengandung apapun seperti amplifier dan efek. Urutannya pun juga bebas. Misalnya, dari kiri ke kanan kita taruh overdrive, amplifier, efek chorus, lalu efek flanger. Pada bagian kanan, ada lima knob yang by default digunakan untuk mengatur parameter pada ampli yang sudah kita pilih sebelumnya. Seperti Pre Gain, Low, Mid, High, dan Post Gain. Uniknya, lima knob ini tidak memiliki jarum sebagai penanda. Alih-alih knob yang berbentuk chicken head, Peavey menggunakan knob dengan LED.

Segudang Amplifier dan Efek

Pertama-tama dari amplifier. Jujur, kami cukup takjub melihat daftar suguhan amplifiernya. Karena tidak hanya amplifier dari Peavey saja seperti 6505, 6534, Classic 50, Valveking, atau XXX. Tapi ada juga yang dari pabrikan lain seperti Budda, Orange, Marshall JCM800, VOX AC30, Bogner Extacy, Soldano SLO100, dan masih banyak lagi yang kita bisa lihat dari manualnya di website Peavey. Ditambah lagi, amplifier-amplifier tersebut memiliki sound clean dan dirty. Misalnya, “650C” berarti 6505 clean. Atau, “CL50” adalah Classic 50 Lead. Kami tidak mungkin membandingkan amplifier yang dimodelkan dalam Vypyr Pro 100 ini terhadap amplifier ‘aslinya’. Tapi dari segi karakter, amplifier-amplifier yang dimodelkan memiliki tone yang baik dan benar-benar layak Anda coba. Hanya saja, kami merasa beberapa amplifier yang biasanya terdengar vintage gain, malah terdengar menjadi lebih modern seperti di misalnya Orange. Patut diapresiasi jika ini merupakan langkah Peavey untuk memberi karakternya sendiri.

Untuk efek, terdapat dua kategori yang bisa kita pilih. EFFECTS mencakup Chorus, Flanger, Phaser, Envelope Filter, Tremolo, Octaver, Pitch, Reverse, Rotary, dan Slapback. Sedangkan pada STOMP BOXES terdapat Compressor, Treble Booster, Overdrive, Fuzz, Auto Wah, Slicer, Swell, Ring Modulator. Uniknya, pada STOMP BOXES muncul lagi Chorus, Flanger, dan Phaser namun dengan karakter yang berbeda.

Jika amplifier dan efek sudah kita bahas, mungkin yang paling unik adalah INSTRUMENTS. Jika memilih model ini pada salah satu slot Efek Blok, kita bisa memilih agar kita bersuara seperti instrument lain! Apakah menjadi gitar akustik, gitar klasik, akustik 12 senar, 7 string, baritone, hingga violin atau sitar. Hasil suaranya pun juga keren.

Bagaimana dengan Delay dan Reverb? Bagusnya, Delay dan Reverb dibuat sebagai segmen tersendiri yang terpisah dari keempat blok tadi. Artinya, efek Delay dan Reverb tidak akan memakan tempat 4 slot blok tadi. Hanya dengan sebuah tombol di sebelah kanan keempat blok tadi, terdapat tombol yang akan mengakses kontrol Delay dan Reverb. Tidak lupa tentunya tombol Tap Tempo. Gokilnya, jenis Delay dan Reverbnya pun juga beragam. Untuk Delay, ada Analog Delay, Digital Delay, Modulation Delay, Multi-tap Delay, Tape Delay, dan Tube Delay. Dan pada Reverb terdapat Cathedral, Gated, Hall, Plate, Room, Spring, dan Tile.

Kesimpulan

Dengan berbagai fitur uniknya, Vypyr Pro 100 ini sepertinya diperuntukkan bagi gitaris yang punya kebiasaan mengulik berjam-jam untuk mendapatkan sound yang unik. Beda dari yang lain. Kami pun yakin gitaris seperti ini ada banyak di Indonesia. Dengan Vypyr Pro 100, kamu bisa ngulik mulai dari kamar hingga panggung. Memang, amplifier 100 Watt mungkin terlalu keras untuk menjadi ampli kamar. Tapi inilah hebatnya Vypyr Pro 100 karena sudah memiliki fitur Power Sponge. Fitur ini memungkinkan kamu menendang distorsi ampli ini seolah-olah berada pada volume tinggi dengan cara mengecilkan knob Power Sponge ini. Untuk di panggung, kami kembalikan Power Sponge ke 100%.  Untuk lebih leluasa dan nyaman dalam mengulik sound, kami juga sarankan untuk menginstall softwarenya dan membeli footswitchnya.

Spesifikasi

Rated Power & Load: (10% THD, 1kHz, 120V AC line) 100W(rms) into 16 Ohms

Power Consumption (1/8th Power Output): 42W @ 50/60Hz, 100-120V AC 42W @ 50/60Hz, 220-240V AC

Dimensions & Weight 20.0”H x 23.0”W x 10.0”D 38.0 lbs

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.